Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Tempat Suci untuk Menghormati Sang Buddha

Gambar
Setelah istirahat singkat itu, Buddha Gotama melanjutkan perjalanan akhir-Nya dengan serombongan besar bhikkhu, Mereka menyeberangi Sungai Hiraññavati dan menuju ke hutan sala milik kaum Malla di dekat Kusinara, tempat peristirahatan-Nya yang terakhir. Saat tiba di sana, Buddha Gotama meminta Bhikkhu Ananda untuk meyiapkan dipan di antara dua pohon sala kembar itu, dengan bagian kepala dipan menghadap ke utara. Setelah siap, Buddha Gotama berbaring di sisi kanan-Nya dalam postur singa, dengan tungkai kaki yang satu tertumpu pada yang lainnya, berperhatian penuh dan sangat sadar. Saat itu, banyak sekali bunga bermekaran di pohon sala kembar tersebut, meskipun saat itu belum musim bunga. Pada kesempatan itu, Buddha Gotama memberikan petunjuk mengenai empat tempat yang layak diziarahi oleh umat yang penuh keyakinan dan yang akan menginspirasikan kebangkitan spiritual dalam diri mereka. Tempat-tempat itu meliputi: 1. Lumbini, tempat kelahiran Tathagata. 2. Buddha Gaya, tempat Tathagata me...

Kembalinya Anak yang Hilang Dalam Agama Buddha

Gambar
Prajna Anak yang Rajin Di suatu desa ada seorang anak yang bernama Prajna. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya. Prajna merupakan siswa sekolah dasar. Prajna tergolong anak yang rajin belajar. Ia memahami bahwa ia harus rajin belajar, sehingga di kemudian hari cita-citanya dapat tercapai. Setiap hari Minggu, ia rajin pergi ke Vihara untuk beribadah dan melaksanakan sekolah Minggu. Sekolah Minggunya bernama Sekolah Minggu Buddhis Cipta Sarana Budhi. Ia pergi ke Vihara dengan berjalan kaki walaupun, untuk mencapai Vihara ia harus melewati pematang sawah. Bukan hanya Prajna, tetapi hampir seluruh siswa sekolah Minggu paham arti penting ke Vihara dan melaksanakan sekolah Minggu. Semua siswa mengetahui bahwa Buddha telah meninggalkan warisan yang sangat berharga. Buddha sangatlah kaya. A. Perumpamaan Kembalinya Anak yang Hilang Diceritakan di masa yang lalu, ada seorang anak laki-laki sejak ia masih muda pergi meninggalkan ayahnya. Ia pergi mengembara ke negeri lain, selama berpuluh-puluh ...

Empat Jenis Karma (AN. 4:232) Agama Buddha

Gambar
Umat Buddha diajarkan bahwa siapa pun yang berbuat, maka dialah yang akan menerima buah/hasil/akibatnya. Perbuatan apa pun yang dilakuan, baik atau buruk, itu pula yang akan diterima. Dalam Kitab Anguttara Nikaya IV 232, Buddha bersabda, “Para bhikkhu, empat jenis karma ini dinyatakan oleh-Ku setelah Aku merealisasikannya melalui pengetahuan langsung. Apakah empat itu?” Karma gelap dengan hasil yang gelap; karma terang dengan hasil yang terang; karma gelap dan terang dengan hasil yang gelap dan terang; karma yang tidak terang atau tidak gelap dengan hasil yang tidak gelap atau tidak terang yang menuju pada hancurnya karma. 1. Karma Gelap – Hasil Gelap Apakah karma gelap dengan hasil yang gelap? Jika seseorang berbuat melalui jasmani, ucapan, atau pikiran disertai dengan niat buruk. Niat buruk adalah karma gelap, yang akan menyebabkan penderitaan. Perbuatan buruk itulah yang menyebabkan orang akan terlahir kembali di alam yang menderita. Ketika terlahir di alam yang menderita, maka aka...

Tahu Berterima Kasih Dalam Agama Buddha

Gambar
Semua orang pernah mendapat bantuan dan pertolongan. Berkat kasih sayang dan pertolongan ayah dan ibu, kita bisa melewati masa kecil dengan baik dan tumbuh menjadi anak yang sehat. Bayangkan jika tidak ada yang membantu kita. Mungkinkah kita bisa hidup seperti sekarang ini ? Menyadari hal itu, sudah sepatutnya kita menjadi orang yang tahu berterima kasih. Balas Budi Apakah ada di dunia ini orang yang tidak pernah menerima budi baik orang lain? Tentu semua orang pernah menerima budi baik dari orang lain. Sejak kecil, setiap orang menerima budi baik ayah dan ibu yang selalu membantu dan menyayangi anaknya tanpa kenal lelah. Seorang anak tidak bisa apa-apa tanpa budi baik dan kasih sayang orang tuanya. Selain kedua orang tuanya, setiap orang juga pernah menerima budi baik orang lain, misalnya kakek, nenek, pembantu, sopir, guru, dokter, perawat, tukang sampah, teman-teman sepermainan, dan masih banyak lagi. Tanpa budi baik mereka, orang akan mengalami kesulitan dalam menghadapi masalah da...

Lima Sila Dalam Agama Buddha

Gambar
Lima Sila adalah lima pantangan. Ia disebut juga lima aturan moral. Lima aturan moral ini diajarkan Buddha. Setelah mempelajari pelajaran ini diharapkan kamu dapat mengidentifikasi, dan menjelaskan arti Lima Sila dengan benar, menceritakan kembali sebuah kisah yang berkaitan dengan Lima Sila, merangkai cerita bergambar tentang Lima Sila dan dapat menilai suatu peristiwa berdasarkan Lima Sila dengan benar. Lima Sila Lima Sila adalah lima aturan kebajikan. Lima Sila disebut juga lima pantangan. Dalam ajaran Buddha Lima Sila ini disebut Pancasila. Ada juga yang menyebut Pancasila sebagai lima latihan kebajikan. Sebagian orang menyebutnya Pancasila Buddhis. Melaksanakan Lima Sila berarti melaksanakan lima kebajikan. Apa saja Lima Sila? 1. Pantang membunuh. 2. Pantang mencuri. 3. Pantang berbuat asusila. 4. Pantang berbohong. 5. Pantang mabuk-mabukan. Pantang membunuh berarti tidak melakukan pembunuhan. Membunuh artinya menghilangkan nyawa makhluk hidup. Setiap makhluk menyayangi hidupnya....

Kitab Suci Dalam Agama Buddha

Gambar
Kitab Suci Dalam Agama Buddha Kitab suci agama Buddha yang paling tua yang diketahui hingga sekarang tertulis dalam bahasa Pali dan Sansekerta; terbagi dalam tiga kelompok besar yang dikenal sebagai 'pitaka' atau 'keranjang', yaitu : 1. Vinaya Pitaka 2. Sutta Pitaka 3. Abhidhamma Pitaka Oleh karena itu Kitab Suci agama Buddha dinamakan Tipitaka, Tripitaka (sansekerta) Di antara kedua versi Pali dan Sansekerta itu, pada dewasa ini hanya Kitab Suci Tipitaka yang masih terpelihara secara lengkap, dan Tipitaka ini pulalah yang merupakan kitab suci bagi agama Buddha Theravada. VINAYA PITAKA Vinaya Pitaka berisi hal-hal yang berkenaan dengan peraturan-peraturan bagi para bhikkhu dan bhikkhuni; terdiri atas tiga bagian : 1. Sutta Vibhanga 2. Khandhaka, dan 3. Parivara. Kitab Sutta Vibhanga berisi peraturan-peraturan bagi para bhikkhu dan bhikkhuni. Bhikkhu-vibanga berisi 227 peraturan yang mencakup delapan jenis pelanggaran, di antaranya terdapat empat pelanggaran yang menyeb...

Cara Menghormat Dalam Agama Buddha

Gambar
Memaknai Penghormatan Pūjārahe pūjayato, buddhe yadi va sāvake   Papañca samatikkante, tiṇṇa sokapariddave’ti.    Seseorang pantas untuk memuja dan menghormati  mereka yang patut untuk dipuja dan dihormati.  Yaitu para Buddha dan para siswanya, yang pandangannya telah  mengatasi segala konsep duniawi, yang telah mengatasi kesedihan dan ratap tangis. (Dhammapada Syair 195 Bab XIV) Ketika malam telah larut, sesosok devata tertentu datang menerangi seluruh hutan Jeta dan mendatangi Sang Buddha, memberi hormat lalu berdiri di satu sisi. Kemudian devata berkata; “Bhante, ada enam kualitas ini mengarah pada ketidakmunduran.” Inilah yang disampaikan devata tersebut kemudian Sang Buddha berkata kepada para bhikkhu tentang enam kualitas penghormatan. Yang disebut enam kualitas adalah Gārava (enam jenis penghormatan yang dapat kita laksanakan pada saat kita akan menghormat dengan beberapa hal yang bisa kita gunakan dengan sebaik-baiknya).  Penghormatan ini ...