Tahu Berterima Kasih Dalam Agama Buddha
Semua orang pernah mendapat bantuan dan pertolongan. Berkat kasih sayang dan pertolongan ayah dan ibu, kita bisa melewati masa kecil dengan baik dan tumbuh menjadi anak yang sehat. Bayangkan jika tidak ada yang membantu kita. Mungkinkah kita bisa hidup seperti sekarang ini ? Menyadari hal itu, sudah sepatutnya kita menjadi orang yang tahu berterima kasih.

Balas Budi
Apakah ada di dunia ini orang yang tidak pernah menerima budi baik orang lain? Tentu semua orang pernah menerima budi baik dari orang lain. Sejak kecil, setiap orang menerima budi baik ayah dan ibu yang selalu membantu dan menyayangi anaknya tanpa kenal lelah. Seorang anak tidak bisa apa-apa tanpa budi baik dan kasih sayang orang tuanya.
Selain kedua orang tuanya, setiap orang juga pernah menerima budi baik orang lain, misalnya kakek, nenek, pembantu, sopir, guru, dokter, perawat, tukang sampah, teman-teman sepermainan, dan masih banyak lagi. Tanpa budi baik mereka, orang akan mengalami kesulitan dalam menghadapi masalah dalam hidupnya. Pada hakikatnya orang tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain dan juga lingkungan di sekitarnya.
Apakah budi baik yang diterima hanya untuk satu orang saja? Tentu budi baik yang diterima harus dibagikan kepada orang lain. Pernah kalian menerima budi baik dari orang lain? Apakah itu hanya untukmu? Ingat hukum karma, kalau seseorang sedang menerima budi baik, dia sedang memetik karma baiknya.

Jika dia tidak berbagi kebaikan pada orang lain, di masa datang, dia
tidak akan memetik kebaikan dari orang lain lagi. Jadi, kebajikan atau budi baik itu harus dibagikan ke orang lain, jangan pelit! Dengan berbagi kebajikan, seseorang akan menerima kebajikan kembali. Makin banyak kebajikan yang kamu bagikan, makin banyak pula kebajikan yang akan kamu peroleh. Bagaimana caranya? Dengan cara berterima kasih dan membalas budi baik orang yang telah menolongmu. Orang harus ingat pertolongan-pertolongan yang telah diterimanya dari orang lain. Jangan pernah melupakan jasa-jasa orang lain, sekecil apa pun. Jika ada kesempatan, berusahalah membalas jasa mereka. Orang yang baik selalu berusaha membalas budi baik orang lain.
Mengucapkan kata terima kasih ketika dibantu atau diberi sesuatu oleh orang lain adalah baik, tetapi alangkah lebih baik jika dibarengi dengan menghargai pemberian atau bantuan itu. Misalnya, merawat barang yang diberikan atau belajar yang rajin karena biaya sekolahnya telah dibantu. Mencela dan menyia-nyiakan makanan yang telah dimasak oleh ibu juga tidak boleh karena dengan demikian kita tidak tahu berterima kasih. Apa pun masakan yang diberikan ibu untuk anaknya, itu harus disyukuri, dan berterima kasih dengan cara memakannya dengan baik. Orang yang tahu balas budi berarti telah menjalankan ajaran Buddha.
Baca Juga : Lima Sila Dalam Agama Buddha
Komentar
Posting Komentar